Hidup, kadang begitu


Hallo, apa kabar kalian? Semoga selalu Sehat dan Bahagia ya. Aminn
Tahun 2021 kurang menghitung hari dan segera berganti ke tahun 2022. Ya, memang selalu merasa secepat ini waktu berjalan. hehehe 'Begitulah Hidup'.

Hampir 12 bulan tepat aku merasa menjadi manusia tak berguna dan tak ada makna apapun dalam hidup selain rasa kehilangan, kehilangan dan kehilangan. 35 bulan membangun, merencanakan dan menjalankan sebuah hubungan besar dengan seorang wanita yang tiba waktunya harus selesai atau 'The End' layaknya film marvel pada umumnya jarang atau bahkan tak ada adegan To Be Continued dalam sebuah alur cerita filmnya, beberapa bulan kemudian kehilangan OM (Khomsin Budi Rahmanto), ADIK (Kendyah Pawestri M.H) dan BAPAK 'S' yang kurasa sudah menjadi AYAH sendiri, beliau adalah orang lain tak ada hubungan darah sama sekali denganku dan sampai pada waktunya beliau sepakat ku minta untuk menjadi pengganti AYAH, kedekatan kita bagaikan (seorang anak laki-laki duduk berdua dengan ayahnya minum kopi disamping rumah, menceritakan banyak tentang sebuah perjalanan hidup sebagai bekal diriku jika kelak nanti memimpin sebuah rumah tangga dan sesekali tertawa lepas saat menceritakan perjalanan masa mudanya mempertahankan wanita pujuaan hatinya IBU 'D'). Wah ini memang berat sekali bagiku, sungguh sangat berat. Pernah sesekali waktu pasrah, sekiranya kapan ini giliranku untuk menjadi 'Hilang' itu sendiri, tapi tanpa disadari ternyata itu adalah pikiran yang kalut dan sembrono bagiku, karena aku masih ada satu orang yang amat saya Cinta dan Sayang sampai kapanpun IBU (Endang Sriwinarti).


Berbicara Tentang Pertemuan, Kita takkan merasa kehilangan jika kita tak merasa memiliki, dan kita akan merasa ada perpisahan jika kita mengizinkan diri untuk pertemuan. Sayangnya aku merasa memiliki dan mengizinkan, Hehehe. Segala sesuatu tentang kepergian dan kehilangan yang dulu sangatku khawatirkan dan takutkan akhirnya benar terjadi secara nyata. Kali ini aku gagal dalam mempertahankan sebuah hubungan yang besar, harapan untuk dua keluarga pun gagal kupertahankan.


Awal Tahun 2021 bulan januari, bagaikan gunung Krakatau dan gunung Merapi meletus bersamaan, dunia gelap, penuh kepanikan, dan dimana pun ruang yang ada hanya kesedihan dan kehancuran yang mengisi. Tak ada satu orang pun yang ku rasa dapat membantu atau minimal membuat diriku sedikit merasa lebih tenang dan yakin untuk bisa bangkit menatap masa yang akan datang. Waktu demi waktu berlalu dan saat itu pun aku tersadar dan nyata terjadi dalam hidupku bukan hanya sekedar delusi atau mimpi yang begitu menakutkan tentang sebuah kehilangan. This is real in my life.. Why should I??


Bagaimana bisa seorang wanita berparas manis, lembut mata menatap, halus tutur mengucap, tulus merawat dan ikhlas menerima dengan janji akan menetap secara tiba-tiba menjadi orang layaknya kehilangan dirinya sendiri ditengah makan malam dengan keluarganya, tak pernah ingat apa yang diperjuangkan, tak sadar apa yang akan dimakan didepannya dan dengan siapa dirinya sedang duduk bersama dalam satu meja makan, aneh bukan? tapi itu real terjadi, nyata dan nyata.


Seribu duka nestapa dalam wajah, seribu luka nyeri didada ntah sampai kapan akan menetap, memulai sesuatu yang baru bukanlah hal mudah, menyelesaikan masa lalu yang sudah bahkan tak tau sampai kapan ini berlalu. 


Berat rasanya menjalani kehidupan dengan keadaan yang sebenarnya belum ada kata Sepakat dari sebuah keputusan antara Dua orang. Yang pasti ini sudah terjadi saat ini, esok, lusa dst. Kiranya apa yang ada hanya 'Di Tunggu' atau bahkan sudah 'Di Lupakan'. Ntah lah, dua kata ini sangat kronis dalam pikiranku.


Jadi intinya hmm... Nggak ada yang akan baik-baik saja setelah fase 'Kehilangan' itu terjadi, karena tak seorang pun bisa menduga kapan waktu untuk berpisah dan kapan waktu untuk kehilangan terjadi, tak seorang pun akan percaya bahwa membalik telapak tangan sangatlah mudah bagi orang yang memang sudah tak ada dalam hati. Dan, pada akhirnya tak ada satupun orang yang akan terhindar dari arti dan rasa kehilangan. Tapi mau bagaimana lagi, bukankah kita hanya bisa menerimanya bila itu sudah terjadi??? hehehe


Kurang lebih nya lagu dari Judika https://youtu.be/47SpkXg_sYY dapat mengantarkan gambaran peristiwa saat itu, bait setelah interlude itu adalah inti dari caraku menjawab segala permintaannya pada waktu itu. Selanjutnya lagu dari Samsons https://youtu.be/0_WfkRmS2T8 sebagai harapanku saat ini bahwa jalan hidup yang baik dan terbaik adalah jalan hidup yang ditetapkan Allah, Ya Rahman Ya Rahim... 


Ohh yaaa,

Selamat ya kepada kalian yang sudah berhasil selesai dengan masa lalu tanpa ada orang lain sebelum kalian benar-benar siap membuka sesuatu untuk yang baru. Untuk yang belum berhasil dari masa lalu bertahanlah untuk selalu melakukan kebaikan, suatu saat nanti kalian pasti akan tau alasannya kenapa kehilangan itu terjadi, kalian tak perlu berusaha untuk segera mengerti sekarang hehehe


Begitulah kehidupan, burung elang yang tertembak sayapnya pun butuh waktu belajar kembali untuk melatih sayapnya agar dapat kembali terbang sampai di atas awan, terus jalani apa mimpi-mimpi kalian, jangan berhenti untuk menjadi orang baik, dan satu hal kalau ketemu orang jahat, kalian tak perlu membencinya atau membalas dengan kejahatan, cukup tidak usah terlalu memperdulikan nya. gitu aja... hehehe


Semangat untuk menyuarakan hal positif...
Semangat untuk terus bangkit...
Kita dan Waktu akan terus berjalan, ntah sampai kapan waktu kita akan selesai...
Sehat selalu untuk kalian dan sehat selalu untuk temen-temen kalian...
Semoga yang sedang kalian kejar atau inginkan di tahun 2022 akan tercapai semua...
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA SAMPAI SELESAI...
JAGA DIRI BAIK-BAIK, SAMPAI BERJUMPA DI DUNIA NYATA...



30 Desember 2019
Foto dalam kenangan, De Karanganjar Koffieplantage, Blitar, Jawa Timur
Ditempat ini harapan besar tumbuh dan menetap.


Komentar